Senin, 24 Juni 2024
Djogja Info

Antisipasi Demam Berdarah, Warga di Kota Yogyakarta Gelar Bersih-bersih Lingkungan

Warga di daerah Pakualaman, Kota Yogyakarta melakukan bersih-bersih lingkungan untuk mengantisipasi DBD. (Humas Pemkot Yogyakarta)
Warga di daerah Pakualaman, Kota Yogyakarta melakukan bersih-bersih lingkungan untuk mengantisipasi DBD. (Humas Pemkot Yogyakarta)
Warga di daerah Pakualaman, Kota Yogyakarta melakukan bersih-bersih lingkungan untuk mengantisipasi DBD. (Humas Pemkot Yogyakarta)
Warga di daerah Pakualaman, Kota Yogyakarta melakukan bersih-bersih lingkungan untuk mengantisipasi DBD. (Humas Pemkot Yogyakarta)

Djogjainfo – Guna mengantisipasi potensi penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) warga Kelurahan Purwokinanti Kemantren Pakualaman, Kota Yogya bersama Kampung Tangguh Bencana (KTB) Purwokinanti rutin melakukan pengecekan di lokasi-lokasi yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.

Lurah Purwokinanti, Sugiharti mengatakan kegiatan ini untuk menindaklanjuti surat edaran Pemerintah Kota (Pemkot) Yogya tentang kewaspadaan peningkatan DBD dan Leptospirosis ditengah pademi Covid-19.

“Saat musim hujan, lingkungan menjadi lebih rentan, lingkungan mudah kotor dibandingkan saat musim kemarau, Ini disebabkan karena kelembaban udara yang tinggi sehingga membuat sampah-sampah jadi mudah membusuk dan akhirnya menjadi sarang kuman,” katanya, Senin (24/01/2022).

Karena musim hujan ini pula, lanjutnya, genangan air yang dihasilkan semakin banyak dan berpotensi menjadi sarang dan tempat bertelur dari nyamuk.

“Kami rutin melakukan pemantauan dengan menyusuri tempat-tempat yang memiliki potensi menjadi sarang jentik nyamuk seperti pot tanaman, selokan, toilet dan beberapa tempat lainnya,” ungkapnya.

Pihaknya pun terus mengingatkan warganya untuk tetap mewaspadai potensi peningkatan penyakit menular yang disebabkan virus dengue ini.

“Tetap harus waspada demam berdarah. Apalagi sekarang sudah memasuki musim hujan, jaga juga imun tubuh,” katanya.

Selain membersihkan lokasi yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, warga di Kelurahan tersebut juga melakukan pemangkasan pohon-pohon besar.

“Pemangkasan hanya sebatas mengurangi dahan dan daun. Selain keindahan, juga untuk mengantisipasi potensi kerawanan pohon tumbang saat hujan deras,” katanya.

Sugiharti mengungkapkan di wilayahnya banyak pohon yang berusia tua yang menjalar mendekati kabel listrik PLN. bebernya. (*)

Leave a Reply