News

Banjir di Kota Semarang Berdampak pada 288 Jiwa, Begini Kondisinya saat Ini

×

Banjir di Kota Semarang Berdampak pada 288 Jiwa, Begini Kondisinya saat Ini

Sebarkan artikel ini
Banjir yang sempat melanda Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah, pada Jumat (18/2). Banjir ini telah surut pada Sabtu siang (19/2), pukul 14.00 WIB. (via BNPB)
Banjir yang sempat melanda Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah, pada Jumat (18/2). Banjir ini telah surut pada Sabtu siang (19/2), pukul 14.00 WIB. (via BNPB)
Banjir yang sempat melanda Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah, pada Jumat (18/2). Banjir ini telah surut pada Sabtu siang (19/2), pukul 14.00 WIB. (via BNPB)
Banjir yang sempat melanda Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah, pada Jumat (18/2). Banjir ini telah surut pada Sabtu siang (19/2), pukul 14.00 WIB. (via BNPB)

Djogjainfo – Banjir yang menggenangi Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah, sejak Jumat (18/2) telah surut pada siang tadi, Sabtu (19/2).

BPBD Kota Semarang menginformasikan surutnya genangan pada pukul 14.00 WIB. Cuaca di Kota Seramang tampak cerah.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang mencatat satu kelurahan terdampak, yaitu di Kelurahan Mangkukulon, Kecamatan Tugu.

Banjir terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi dan mengakibatkan debit Sungai Plumbon meluap pada Jumat sore, sekitar pukul 16.00 WIB.

Sebanyak 113 KK atau 288 jiwa terdampak. Tidak ada korban luka atau warga yang mengungsi.

Kerugian material meliputi rumah warga terdampak sejumlah 91 unit. BPBD tidak merinci tingkat kerusakan akibat banjir ini.

BPBD Kota Semarang telah melakukan pendataan dan berkoordinasi dengan pihak kelurahan terdampak.

Banjir Kabupaten Enrekang

Sementara itu, peristiwa banjir juga melanda satu kelurahan di Kabupaten Enrekang, Provinsi Sulawesi Selatan, pada Jumat lalu.

Kejadian ini berlangsung setelah hujan lebat mengguyur Kecamatan Engkerang pada Jumat (18/2), pukul 05.30 setempat.

Banjit tak terhindarkan setelah debit air Sungai Saddang di wilayah Enrekang meluap. Sebanyak 45 KK di Kelurahan Juppandang terdampak banjir tersebut.

Selain menggenangi rumah warga, banjir juga merendam 32 hektar lahan pertanian. Saat banjir terjadi tinggi muka air berkisar 30 – 50 cm.

Menyikapi kondisi ini, petugas BPBD Kabupaten Enrekang yang dibantu TNI, Polri, relawan dan aparat kecamatan bersiaga untuk mengantisipasi dampak buruk banjir.

Kesiapsiagaan dan Kewaspadaan

Melihat banjir di dua wilayah ini, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan warga untuk mengantispasi potensi banjir susulan, khususnya di puncak musim hujan.

Kedua wilayah ini merupakan wilayah yang memiliki potensi bahaya banjir dengan kategori sedang hingga tinggi.

Masyarakat dapat melihat tingkat bahaya dan risiko di wilayahnya melalui aplikasi inaRISK.

Berdasarkan prakiraan cuaca, wilayah Kota Semarang masih berpeluang hujan pada esok hari (20/2) dengan intensitas ringan, sedangkan lusa (21/2) berpeluang hujan sedang.

Secara umum, wilayah Jawa Tengah dan Sulawesi Selatan berpotensi hujan lebat yang disertai petir atau kilat dan angin kencang pada esok hari (20/2).

Hal tersebut berdasarkan analisis BMKG pada dinamika atmosfer.

Pemerintah daerah dan masyarakat diharapkan untuk siap siaga dalam menyiagakan personel maupun fasilitas untuk mendukung pelayanan darurat, seperti tempat evakuasi sementara dengan penerapan protokol kesehatan di tengah meningkatnya kasus Covid-19. (rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *