News

Banjir Melanda, Puluhan Rumah di Solok Selatan Terendam

×

Banjir Melanda, Puluhan Rumah di Solok Selatan Terendam

Sebarkan artikel ini
Kondisi banjir yang melanda wilayah Kabupaten Solok Selatan, Selasa (1/2). (BPBD Kabupaten Solok Selatan)
Kondisi banjir yang melanda wilayah Kabupaten Solok Selatan, Selasa (1/2). (BPBD Kabupaten Solok Selatan)
Kondisi banjir yang melanda wilayah Kabupaten Solok Selatan, Selasa (1/2). (BPBD Kabupaten Solok Selatan)
Kondisi banjir yang melanda wilayah Kabupaten Solok Selatan, Selasa (1/2). (BPBD Kabupaten Solok Selatan)

Djogjainfo – Banjir melanda wilayah Kabupaten Solok Selatan, Provinsi Sumatera Barat, pada Selasa (1/2) pukul 18.30 WIB.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat melaporkan sedikitnya 60 rumah terdendam akibat kejadian ini. Selain itu, 1 unit jembatan terputus dan 5 hektar lahan pertanian juga ikut terendam.

Peristiwa ini terjadi setelah hujan deras mengguyur serta meluapnya Sungai Batang Suliti dan menyebabkan dua Kecamatan terdampak.

Adapun wilayah terdampak yakni Nagari Pakan Rabaa Timur dan Nagari Batang Lolo Persiapan yang terletak di Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh, serta Nagari Pasar Muara Labuh di Kecamatan Sungai Pagu. Tercatat sebanyak 90 KK di wilayah tersebut terdampak.

Hasil kaji cepat dilapangan, banjir ini tidak berdampak pada sektor pendidikan dan ekonomi. Namun, untuk jaringan komunikasi sempat terganggu di lokasi kejadian.

Tim BPBD Kabupaten Solok Selatan bersama tim gabungan segera menyambangi lokasi dan melakukan evakuasi.

Pemenuhan kebutuhan logistik juga diupayakan untuk memenuhi kebutuhan dasar para warga terdampak.

Merujuk informasi BMKG mengenai peta prakiraan daerah potensi banjir Dasarian I Februari 2022, wilayah Kabupaten Solok Selatan antara lain Kecamatan Kotoparikgadangdiateh, Kecamatan Pauh Duo.

Kemudian Kecamatan Sangir, Kecamatan Sangirbalaijinggo, Kecamatan Sangirbatanghari, dan Sungaipagu tergolong kategori rendah.

Meski demikian, BNPB menghimbau para warga untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap potensi bahaya bencana hidrometeorologi.

Pembersihan Daerah Aliran Sungai (DAS) hendaknya dilakukan secara periodik dengan cara bergotong royong oleh warga sekitar untuk meminimalisir terjadinya penyumbatan.

Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa saluran air siap menampung jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut. (rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *