Rabu, 22 Mei 2024
Djogja Info

Banjir Rob di Batu Bara, Sumatera Utara, 135 Rumah Warga Terendam

Petugas BPBD Kabupaten Batu Bara melakukan kaji cepat di lokasi terdampak Banjir rob yang melanda Kabupaten Batu Bara, Provinsi Sumatera Utara, Sabtu (7/5). (BPBD Kabupaten Batu Bara)
Petugas BPBD Kabupaten Batu Bara melakukan kaji cepat di lokasi terdampak Banjir rob yang melanda Kabupaten Batu Bara, Provinsi Sumatera Utara, Sabtu (7/5). (BPBD Kabupaten Batu Bara)
Petugas BPBD Kabupaten Batu Bara melakukan kaji cepat di lokasi terdampak Banjir rob yang melanda Kabupaten Batu Bara, Provinsi Sumatera Utara, Sabtu (7/5). (BPBD Kabupaten Batu Bara)
Petugas BPBD Kabupaten Batu Bara melakukan kaji cepat di lokasi terdampak Banjir rob yang melanda Kabupaten Batu Bara, Provinsi Sumatera Utara, Sabtu (7/5). (BPBD Kabupaten Batu Bara)

Djogjainfo – Banjir rob melanda wilayah Kabupaten Batu Bara, provinsi Sumatera Utara pada Sabtu (7/5).

Sebanyak 135 rumah warga terendam, setelah hujan dengan intensitas tinggi terjadi selama tiga hari berturut-turut.

BPBD Kabupaten Batu Bara mencatat, wilayah terdampak meliputi dua titik lokasi yakni Desa Pelanggiran di Kecamatan Laut Tador dan Desa Aras di Kecamatan Air Putih.

Baca juga: Banjir di Jayapura Mulai Surut, Total 8 Orang Meninggal Dunia

Penanganan darurat serta pendataan juga terus dilakukan BPBD Kabupaten Batu Bara dengan berkoordinasi antar lintas instansi terkait.

Kondisi terkini dilaporkan banjir di Desa Pelanggiran dan Desa Aras mulai berangsur surut. Namun, di Desa Aras sejumlah titik terpantau masih tergenang banjir. Ketinggian air berkisar antara 10 – 30 sentimeter.

Merujuk prakiraan cuaca BMKG untuk wilayah Kabupaten Batu Bara dua hari kedepan (10/5) berpotensi turun hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.

BNPB mengimbau kepada masyarakat khususnya yang tinggal di daerah pesisir pantai untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan pada potensi risiko bencana hidrometeorologi basah.

Baca juga: Hujan Lebat, Puluhan Rumah di Jember Terendam Banjir

Salah satunya dengan memperbaiki sistem drainase dan pemanfaatan ruang terbuka dengan vegetasi pantai untuk daerah buffer dan menegakkan aturan tentang sempadan pantai.

Selain itu, diingatkan kepada para nelayan untuk tidak lebih dulu melakukan aktivitas menangkap ikan apabila cuaca ekstrem yang membahayakan terjadi. (rls)

Leave a Reply