Senin, 24 Juni 2024
Djogja Info

Cegah Tindak Asusila di Kereta Api, Ini Langkah KAI

Kampanye mencegah tindak kekerasan dan pelecehan seksual di kereta. (PT KAI Daop 6)
Kampanye mencegah tindak kekerasan dan pelecehan seksual di kereta. (PT KAI Daop 6)
 Kampanye mencegah tindak kekerasan dan pelecehan seksual di kereta. (PT KAI Daop 6)
Kampanye mencegah tindak kekerasan dan pelecehan seksual di kereta. (PT KAI Daop 6)

Djogjainfo, Yogyakarta – PT Kereta Api Indonesia (Persero) melakukan kegiatan kampanye di Stasiun Yogyakarta untuk mencegah tindak kekerasan dan pelecehan seksual. Kegiatan ini dilakukan secara serentak di 14 stasiun di seluruh wilayah kerja KAI pada Rabu (29/6).

Manajer Humas Daop 6, Supriyanto mengutip VP Public Relations KAI Joni Martinus menyampaikan bahwa tujuan dari kampanye serentak ini adalah untuk menggugah kesadaran masyarakat agar tidak melakukan tindak kekerasan dan pelecehan seksual di transportasi umum, khususnya kereta api.

Baca juga: Angkutan Nataru, Hampir 200 Ribu Penumpang KA Naik dari Daop 6 Yogyakarta

“Kampanye ini penting untuk mengajak kepada masyarakat supaya ketika menggunakan layanan KAI tetap saling menghargai dan menghormati sesama pelanggan. Sehingga dapat terwujud transportasi kereta api yang aman dan nyaman bagi seluruh pelanggan,” ujar Supriyanto.

Dalam kegiatan ini, KAI Daop 6 melibatkan berbagai pihak untuk ikut menyuarakan pencegahan pelecehan seksual di layanan KAI.

Pihak-pihak eksternal dalam kampanye serentak tersebut di antaranya GKR Bendara, Kepolisian, Komunitas Pencinta Kereta Api Semboyan Satoe Community, serta para pekerja KAI, terutama pekerja perempuan.

Dalam kampanye tersebut, KAI Daop 6 melakukan imbauan mencegah tindak kekerasan dan pelecehan seksual melalui pengeras suara. KAI juga menyampaikan pesan melalui spanduk, poster, pamflet, dan stiker.

Di samping itu, KAI Daop 6 mengajak masyarakat untuk menandatangani petisi anti kekerasan dan pelecehan seksual di transportasi publik serta membagikan suvenir kepada pelanggan di stasiun dan kereta api.

Sebelumnya, pada Sabtu (25/6), Menteri BUMN Erick Thohir memberikan penghargaan kepada kondektur yang melindungi pelanggan perempuan dari tindakan pelecehan seksual.

Menteri Erick juga mengapresiasi tanggapan KAI atas kejadian tersebut. Ia berpesan kepada seluruh masyarakat untuk tidak ragu melaporkan kepada petugas jika ada indikasi pelecehan seksual.

Ketua Komnas Perempuan Andy Yentriyani juga mengatakan bahwa KAI perlu melakukan kampanye anti kekerasan seksual agar transportasi kereta api aman bagi perempuan.

Ia berharap KAI dan Komnas Perempuan dapat berkolaborasi untuk aspek edukasi dan pedoman kebijakan yang berlaku secara internal dan eksternal di KAI.

Selama periode 2021 s.d Juni 2022, KAI telah melakukan 25 kali kegiatan sosialisasi anti tindakan kekerasan dan pelecehan seksual di stasiun-stasiun berbagai kota seperti Jakarta, Medan, Malang, dan Purwokerto.

KAI akan terus melakukan sosialisasi lebih lanjut agar semakin banyak masyarakat yang teredukasi terkait menjaga kesopanan di transportasi kereta api.

Supriyanto mengatakan, petugas KAI baik di stasiun maupun di atas kereta api akan terus bersiaga jika terjadi tindak kekerasan dan pelecehan seksual.

Baca juga: KMT Catat Rekor Terjual Lebih dari 2 Juta Kartu

Meski demikian, KAI juga tetap meminta pelanggan agar tetap waspada dan melaporkan kepada petugas jika terjadi tindakan kekerasan dan pelecehan seksual.

“Melalui kampanye serentak Cegah Tindak Kekerasan dan Pelecehan Seksual di Transportasi Publik ini, kita mengajak kepada seluruh masyarakat untuk menjadikan kereta api sebagai moda transportasi yang menyenangkan bagi pelanggan saat bepergian jarak pendek ataupun jarak jauh,” tutup Supriyanto. (rls)

Leave a Reply