Sabtu, 13 Juli 2024
Djogja Info

Jawab Kendala Petani, Sleman Hadirkan Klinik Kesehatan Tanaman

Peresmian Klinik Kesehatan Tanaman Pertanian yang digagas UPTD BP4 Wilayah III Seyegan. (Pemkab Sleman)
Peresmian Klinik Kesehatan Tanaman Pertanian yang digagas UPTD BP4 Wilayah III Seyegan. (Pemkab Sleman)
 Peresmian Klinik Kesehatan Tanaman Pertanian yang digagas UPTD BP4 Wilayah III Seyegan. (Pemkab Sleman)

Peresmian Klinik Kesehatan Tanaman Pertanian yang digagas UPTD BP4 Wilayah III Seyegan. (Pemkab Sleman)

Djogjainfo, Sleman – Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa meresmikan Klinik Kesehatan Tanaman Pertanian yang digagas UPTD BP4 Wilayah III Seyegan bersama Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman dalam rangka pengendalian hama dan penyakit tanaman pertanian di Dusun Jagalan, Margodadi, Seyegan, Rabu (8/6).

Dalam sambutannya, Danang menyampaikan apresiasi dan menyambut baik pembukaan klinik kesehatan tanaman di UPTD BP4 wilayah III Seyegan ini.

Baca juga: Danlanud Adisutjipto Hadiri Doa Bersama Pembukaan Latihan Terbang Malam

Program ini juga menjadi salah satu komitmen Pemerintah Kabupaten Sleman untuk mendampingi petani dalam pengendalian hama dan penyakit tanaman pertanian.

Menurut Danang, penurunan produksi akibat hama dapat mempengaruhi rata-rata 20 persen dari hasil tanam.

“Setelah diresmikannya Klinik Kesehatan Tanaman ini diharapkan masyarakat bisa proaktif jika menemui masalah dalam pengendalian hama dan penyakit tanaman pertanian. Apabila nanti manfaatnya besar serta efektif akan kami buka di wilayah UPTD lain,” kata Danang.

Lebih lanjut, Danang menyampaikan bahwa di DIY, Sleman merupakan penghasil pangan terbesar, utamanya di wilayah Sleman Barat seperti Seyegan.

Wilayah ini kemudian menjadi sampling dalam pengendalian hama dan penyakit tanaman yang nantinya apabila efektif dapat diaplikasikan di wilayah lain.

Sementara itu, Panewu Seyegan, Yakti Yudanto menyampaikan bahwa Seyegan menjadi lumbung padi Sleman, oleh karena itu ia berharap perlu penjagaan secara intensif mengenai pengendalian hama dan penyakit tanaman agar tidak mempengaruhi produksi pangan terutama padi di Kabupaten Sleman.

Yakti juga berharap kelompok tani yang ada di Seyegan dapat proaktif untuk berkomunikasi dengan BP4.

Baca juga: Penarikan Undian Tabungan Mutiara Periode XIV, Ini Pemenangnya

“Petani yang menemui masalah dalam pengendalian hama dan penyakit tanaman dapat berkomunikasi dengan klinik kesehatan tanaman secara offline dan online untuk segera ditindaklanjuti.” jelasnya.

Acara peresmian Klinik Kesehatan Tanaman ditandai dengan pemotongan pita dan penyemprotan cairan anti hama oleh Wakil Bupati Sleman kemudian pembacaan maklumat pelayanan oleh UPTD BP4 Wilayah III Seyegan. (rls)

Leave a Reply