Senin, 24 Juni 2024
Djogja Info

Mamuju Tengah Diterang Banjir, Posko Tanggap Darurat Diaktifkan

Banjir yang melanda Mamuju Tengah. (via BNPB)
Banjir yang melanda Mamuju Tengah. (via BNPB)
Banjir yang melanda Mamuju Tengah. (via BNPB)
Banjir yang melanda Mamuju Tengah. (via BNPB)

Djogjainfo – Banjir melanda wilayah Kabupaten Mamuju Tengah, Provinsi Sulawesi Barat, pada Senin (9/5).

Banjir terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur hingga masuk ke pemukiman warga di Desa Budong-budong, Desa Pangalloang yang terletak di Kecamatan Topoyo dan Desa Lara di Kecamatan Karosa.

Baca juga: Banjir Rendam 2 Desa di Balangan, Kalimantan Selatan

BPBD Kabupaten Mamuju Tengah melaporkan sedikitnya 659 KK/2.466 jiwa dan 210 unit rumah terdampak.

Selain rumah warga, terdapat 300 hektar lahan pertanian terendam dengan ketinggian berkisar antara 20 – 40 sentimeter.

Banjir ini juga menyebabkan akses ke Desa Pangalloang terputus dan terisolir. Evakuasi warga yang terisolir dilakukan dengan menggunakan mobil rescue serta perahu karet.

BPBD dibantu masyarakat melakukan pembuatan saluran baru, agar air mengalir ke muara sungai.

Sebagai respon cepat, BPBD Kabupaten Mamuju Tengah mengaktifkan posko gabungan tanggap darurat bencana untuk mempercepat proses penanganan terhadap warga terdampak.

Adapun pihak yang terlibat antara lain unsur TNI-Polri, Tagana, Dinsos, Pemerintah Daerah, masyarakat desa, dan lintas instansi terkait.

Kondisi terkini Sabtu (14/5), dilaporkan situasi sudah kondusif dan banjir sudah surut. Untuk desa yang terisolir kini sudah bisa diakses kembali. Para warga sekitar bergotong royong untuk membersihkan material dan lumpur yang terbawa saat banjir.

Berdasarkan analisis InaRisk Kabupaten Mamuju merupakan wilayah dengan potensi bahaya banjir pada kategori sedang hingga tinggi.

Melihat wilayah Mamuju yang sebagian besar merupakan daerah dataran tinggi, dihimbau untuk warga yang tinggal lereng bukit atau dataran rendah untuk waspada terjadi tanah longsor apabila hujan dengan intensitas tinggi terjadi menerus lebih dari satu jam.

Gerakan susur sungai saat cuaca cerah juga dapat dilakukan sebagai langkah prefentif guna mengantisipasi sampah atau ranting yang dapat menghalangi laju air saat terjadi hujan.

Baca juga: Banjir, 114 Rumah Warga Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara Terendam

Penyampaian informasi dalam peringatan dini juga dinilai perlu dilakukan baik secara berjenjang atau langsung dari Provinsi ke Kabupaten, hingga informasi diterima oleh perangkat daerah di tingkat RT/RW mengenai waspada peringatan dini hujan lebat.

Penguatan diseminasi informasi peringatan dini bertujuan untuk mengantisipasi risiko bahaya sehingga bisa menjadi pertimbangan langkah mitigasi yang harus diambil sebelum terjadi bencana. (rls)

Leave a Reply