Rabu, 22 Mei 2024
Djogja Info

Manfaat makan pisang untuk kesehatan

Ilustrasi pisang. (pixabay)
Ilustrasi pisang. (pixabay)
Ilustrasi pisang. (pixabay)
Ilustrasi pisang. (pixabay)

Djogjainfo – Pisang adalah salah satu buah yang paling populer di seluruh dunia. Pisang mengandung nutrisi penting yang dapat memiliki dampak perlindungan pada kesehatan.

Makan pisang dapat membantu menurunkan tekanan darah dan dapat mengurangi risiko kanker.

Bagian berikut menjelaskan beberapa kemungkinan manfaat kesehatan dari pisang.

Tekanan darah

The American Heart Association (AHA) mendorong orang untuk menurunkan asupan garam, atau natrium, dan meningkatkan konsumsi makanan yang mengandung kalium. Kalium dapat membantu mengelola tekanan darah dan mengurangi ketegangan pada sistem kardiovaskular.

Pisang berukuran sedang menyediakan hampir 9% dari kebutuhan kalium harian seseorang, menurut informasi nutrisi dari sumber di atas.

Asma

Sebuah studi tahun 2007 menunjukkan bahwa makan pisang dapat membantu mencegah mengi pada anak-anak penderita asma. Salah satu alasannya adalah kandungan antioksidan dan potasium pisang. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengkonfirmasi temuan ini.
Kanker

Investigasi laboratorium telah menyarankan bahwa lektin, protein yang terjadi pada pisang, dapat membantu mencegah sel leukemia tumbuh.

Lektin bertindak sebagai antioksidan. Antioksidan membantu tubuh menghilangkan molekul yang dikenal sebagai radikal bebas. Jika terlalu banyak radikal bebas yang menumpuk, kerusakan sel dapat terjadi, yang berpotensi menyebabkan kanker.

Pada tahun 2004, para peneliti mencatat bahwa anak-anak yang mengonsumsi pisang, jus jeruk, atau keduanya ternyata memiliki risiko lebih rendah terkena leukemia.

Penulis penelitian menyarankan bahwa ini mungkin karena kandungan vitamin C, karena ini juga memiliki sifat antioksidan.

Kesehatan jantung

Pisang mengandung serat, potasium, folat, dan antioksidan, seperti vitamin C. Semua ini mendukung kesehatan jantung.

Sebuah tinjauan tahun 2017 menemukan bahwa orang yang mengikuti diet serat tinggi memiliki risiko penyakit kardiovaskular yang lebih rendah daripada mereka yang menjalani diet rendah serat. Mereka yang mengonsumsi lebih banyak serat juga memiliki kadar low-density lipoprotein (LDL) yang lebih rendah, atau kolesterol “jahat”.

Diabetes

American Diabetes Association merekomendasikan makan pisang dan buah lain karena mengandung serat. Mereka mencatat bahwa makan serat dapat membantu menurunkan kadar gula darah.

Penulis ulasan 2018 menyimpulkan bahwa makan makanan berserat tinggi dapat mengurangi risiko diabetes tipe 2 dan dapat menurunkan gula darah pada mereka yang sudah memiliki penyakit tersebut.
Kesehatan pencernaan

Pisang mengandung air dan serat, yang keduanya meningkatkan keteraturan dan mendorong kesehatan pencernaan. Satu buah pisang ukuran sedang menyediakan sekitar 10% kebutuhan serat seseorang dalam sehari.

Pisang juga merupakan bagian dari pendekatan yang dikenal sebagai diet BRAT, yang direkomendasikan beberapa dokter untuk mengobati diare. BRAT adalah singkatan dari banana, rice, applesauce, and toast.

Diare dapat menyebabkan hilangnya air dan elektrolit, seperti kalium. Pisang dapat menggantikan nutrisi tersebut.

Makanan berserat tinggi dapat memicu kembung, gas, dan kram perut pada orang dengan penyakit radang usus (IBD), menurut sebuah studi 2012. Namun, pisang dapat memperbaiki gejala, para penulis menyimpulkan.

The Crohn’s and Colitis Foundation of America merekomendasikan pisang sebagai makanan ringan dalam rencana diet mereka.

Menjaga memori dan meningkatkan mood

Pisang mengandung tryptophan, asam amino yang dapat membantu menjaga memori, meningkatkan kemampuan seseorang untuk belajar dan mengingat sesuatu, dan mengatur suasana hati. (*)

Leave a Reply