Selasa, 25 Juni 2024
Djogja Info

Muhammadiyah Bangun Rumah Sakit Tipe D di Kabupaten Bandung

Ground Breaking Rumah Sakit Muhammadiyah Bandung Selatan (RSMBS). (Muhammadiyah)
Ground Breaking Rumah Sakit Muhammadiyah Bandung Selatan (RSMBS). (Muhammadiyah)
Ground Breaking Rumah Sakit Muhammadiyah Bandung Selatan (RSMBS). (Muhammadiyah)
Ground Breaking Rumah Sakit Muhammadiyah Bandung Selatan (RSMBS). (Muhammadiyah)

Djogjainfo – Pimpinan Pusat Muhammadiyah resmi menjalankan pembangunan Rumah Sakit Muhammadiyah Bandung Selatan (RSMBS) lewat Ground Breaking yang dilaksanakan hari ini, Ahad (23/1).

Dalam acara ini, hadir Ketua Umum PP ‘Aisyiyah Siti Noordjannah Djohantini, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Menko PMK RI Muhadjir Effendy, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Buya Syafi’I Ma’arif dan sekian tokoh lainnya.

RSMBS merupakan rumah sakit Tipe D yang didirikan di lahan seluas 1.1 Ha di Jl. Raya Laswi, Ciheulang, Ciparay, Kabupaten Bandung.

Dibangun dengan konsep modern dan ramah lingkungan, bangunan setinggi 4 lantai ini nantinya memiliki 21 kamar rawat, masjid dua lantai dan berbagai layanan umum dan spesialis dari Unit Gawat Darurat hingga operasi.

“Kehadiran Rumah Sakit di kawasan Ciheulang-Ciparay ini masih diperlukan oleh masyarakat. Di kawasan Kecamatan Ciparay dan sekitarnya dengan jumlah penduduk yang banyak masih diperlukan perluasan dan pengembangan lembaga pelayanan kesehatan yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan umum,” ungkap Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir.

“Melalui RSMBS masyarakat sekitar diharapkan dapat lebih mudah, cepat, dan leluasa memperoleh pelayanan kesehatan sehingga berdampak positif bagi peningkatan kualitas kesehatan warga,” imbuhnya.

Bandung Selatan sendiri merupakan tempat kelahiran Haedar Nashir. Selain alasan strategis berdasarkan usaha memenuhi akses kesehatan masyarakat, pemilihan tempat di Bandung Selatan tidak lepas dari simbol ikonik memori sejarah pergerakan nasional.

“Bandung Selatan adalah kawasan bagian selatan dari Kabupaten Bandung. Nama ini tersohor ketika Ismail Marzuki tahun 1948 membuat lagu “Bandung Selatan Di Waktu Malam”, sebuah lagu yang melegenda,” kata Haedar.

“Bandung Selatan juga menjadi salah satu titik penting peristiwa heroik ‘Bandung Lautan Api’ di kawasan selatan. Dengan demikian Bandung Selatan menjadi nama yang ikonik dan populer di hati masyarakat luas, baik di Jawa Barat secara khusus maupun di tanah air Indonesia,” ungkapnya.

Untuk diketahui, RSMBS ini nantinya memanfaatkan 0.6 Ha sebagai bangunan dan sisanya sebagai ruang hijau.

Empat lantai yang dibangun memiliki luas 5200 m2, dengan bangunan pendukung 1 lantai, dan masjid 2 lantai berkapasitas 350 jamaah.

Gedung utama diberi nama “Gedung H Nafli Munaf”, sedangkan bangunan lainnya ialah “Masjid Nyi Ayu Rina Adjrijanti”, sebagai satu kesatuan dengan Rumah Sakit.

Dengan fasilitas 6 poliklinik umum dan spesialis, layanan kebidanan dan kandungan, layanan kegawatdaruratan, highcare unit, radiologi, dan instalasi bedah dengan 1 ruang operasi.

Terdapat 21 kamar rawat inap dengan 59 tempat tidur dengan beberapa konfigurasi antara lain 1 kamar dengan 1, 2, 3, dan 5 tempat tidur untuk memberikan berbagai pilihan kepada masyarakat. (rls)

Leave a Reply