Selasa, 18 Juni 2024
Djogja Info

Petani Milenial di Sleman Didorong Berani Inovasi

pengukuhan pengurus Jaringan Petani Milenial di Sleman. (Pemkab Sleman)
pengukuhan pengurus Jaringan Petani Milenial di Sleman. (Pemkab Sleman)
pengukuhan pengurus Jaringan Petani Milenial di Sleman. (Pemkab Sleman)
pengukuhan pengurus Jaringan Petani Milenial di Sleman. (Pemkab Sleman)

Djogjainfo – Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, kembali melakukan pengukuhan pengurus Jaringan Petani Milenial tingkat UPTD BP4 wilayah III, Jumat (18/3). Kali ini, pengukuhan dilakukan di Dusun Batang Cilik, Kalurahan Tambakrejo, Kapanewon Tempel.

Pada acara yang diinisiasi oleh Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan tersebut Bupati Sleman juga sekaligus melakukan panen cabai di lahan seluas 6.000 meter persegi milik Yunanto Setiawan salah satu petani milenial.

Bupati Sleman, Kustini menuturkan Petani Milenial di Sleman terus menjadi program yang digalakkannya. Selain untuk memastikan keberlangsungan regenerasi petani, juga untuk meningkatkan kualitas pertanian.

“Petani milenial adalah motor utama bersama petani kolonial pertanian saat ini maupun di masa mendatang. Karena mereka memiliki lebih banyak inovasi, gagasan dan kreatifitas yang lebih. Sehingga energi besar ini yang terus akan kita kawal,” ungkap Kustini.

Dalam kesempatan tersebut juga Kustini meminta agar para petanial milenial di Sleman untuk berani mengambil resiko.

Dia mencontohkan salah seorang petani cabai bernama Yunanto yang berani menanam cabai pada saat musim penghujan, namun mampu mendapatkan hasil panen yang besar.

Langkah tersebut diakui Kustini merupakan contoh petani yang berani mengambil resiko dengan berlandaskan ilmu-ilmu pengetahuan sehingga dapat menghasilkan hal-hal baru.

“Mas Yunanto ini contoh, petani yang berani mengambil resiko dan alhamdulilah hasil panennya di musim yang tidak bisa nanam cabai, dapat hasil yang melimpah,” terang Kustini.

Kustini menyebut dirinya selalu menekankan dalam setiap kesempatan bahwa harus berani ambil resiko (bertani cabai) namun tetap mempelajari ilmunya dan manajemennya.

Sementara itu, pemilik lahan cabai, Yunan Setiawan mengaku belajar dari petani-petani lain saat menanam di luar musim.

“Kalau di luar musim itu banyak kendalanya. Ya pinter-pinternya kita belajar dari petani lain. Saya juga belajar dari youtube juga kan banyak ilmunya,” tambah Yunan.

Yunan mengaku awalnya hanya coba-coba saat ingin mengikuti jejak ayahnya sebagai petani. Namun, seiring berjalan waktu, dirinya mengaku menikmari profesi yang digelutinya saat ini dan belajar banyak hal.

“Ya kalau tidak spekulasi, kita hanya akan begini-begini saja. Dan tentu saja, kita harus banyak belajar dari petani senior yang sudah kenyang pengalaman,” pungkas Yunan. (*)

Leave a Reply