Selasa, 18 Juni 2024
Djogja Info

SD Tumbuh Yogyakarta, Cagar Budaya Sempat Digunakan Kongres I Budi Utomo

SD Tumbuh Yogyakarta. (BPCB DIY)
SD Tumbuh Yogyakarta. (BPCB DIY)
SD Tumbuh Yogyakarta. (BPCB DIY)
SD Tumbuh Yogyakarta. (BPCB DIY)

Djogjainfo – SD Tumbuh yang berada di Jalan AM. Sangaji nomor 48, Cokrodiningratan, Kecamatan Jetis, Kota Yogyakarta merupakan salah satu bangunan cagar budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Bangunan ini pada awal pendiriannya bersatu dengan bangunan SMA 11 Yogyakarta. SD Tumbuh dibangun pada 1894 silam oleh pemerintah Belanda.

Baca juga: Pegiat ketoprak dari Yogyakarta, Bondan Nusantara Berpulang

Pada masa tersebut, bangunan itu difungsikan untuk Holland Indische Kweekschool atau Sekolah Guru. Pemanfaatannya sebagai asrama bagi guru dan pengelola.

Selain sebagai Sekolah Guru, bangunan itu juga dipakai tempat Kongres I Budi Utomo pada 5 Oktober 1908.

Sedangkan untuk bangunan SMA 11 pada awal pendiriannya dipakai untuk kegiatan belajar mengajar.

Dikutip dari situs BPCB DIY, pada tahun 1927, Kweekschool merupakan sekolah guru Holland Indische Kweekschool (HIK) dan berlangsung hingga Jepang menduduki Indonesia.

Pada zaman Jepang HIK dihapus dan bangunannya digunakan sebagai sekolah guru laki-laki. Selanjutnya pada 1950an bangunan eks HIK ini digunakan sebagai asrama tentara.

Selang 6 tahun, atau pada 1956 sekolah guru laki-laki diganti menjadi Sekolah Guru A (SGA), dan mulai pada 1965 digunakan sebagai Sekolah Pendidikan Guru (SPG).

Bangunan ini juga pernah digunakan sebagai Kantor Bidang Sejarah dan Nilai Tradisional Kanwil Depdikbud Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Badan Organisasi Wanita (BOW).

Baca juga: One Piece Chapter 1048 mengungkapkan hasil pukulan Luffy!

SD Tumbuh memiliki gaya arsitektur gabungan antara Indis dan Jawa. Karakter Indis tampak dari adanya pilar-pilar penyangga yang besar. Ada juga rete-rete menunjukan nuansa khas Jawa.

Bagian atas menggunakan tipe atap gabungan antara limasan dan panggang pe. Atas limasan terdapat pada bagian utama bangunan sedangkan pada tritisan menggunakan atap panggang pe. (*)

Leave a Reply