Rabu, 22 Mei 2024
Djogja Info

Subholding Gas Pertamina dan Pemda, Akselerasi Pembangunan Jaringan Gas Bumi Jawa Bagian Selatan

PT PGN Tbk sebagai Subholding Gas Pertamina melaksanakan audiensi dengan dengan beberapa Kepala Daerah di Jawa Tengah bagian selatan. (Pemkot Yogyakarta)
PT PGN Tbk sebagai Subholding Gas Pertamina melaksanakan audiensi dengan dengan beberapa Kepala Daerah di Jawa Tengah bagian selatan. (Pemkot Yogyakarta)
 PT PGN Tbk sebagai Subholding Gas Pertamina melaksanakan audiensi dengan dengan beberapa Kepala Daerah di Jawa Tengah bagian selatan. (Pemkot Yogyakarta)
PT PGN Tbk sebagai Subholding Gas Pertamina melaksanakan audiensi dengan dengan beberapa Kepala Daerah di Jawa Tengah bagian selatan. (Pemkot Yogyakarta)

Djogjainfo – PT PGN Tbk sebagai Subholding Gas Pertamina melaksanakan audiensi dengan dengan beberapa Kepala Daerah di Jawa Tengah bagian selatan untuk mengakselerasi pembangunan jaringan gas bumi di wilayah tersebut.

Adapun audiensi dilakukan dengan Walikota Yogyakarta, Bupati Kebumen, Bupati Magelang, Bupati Kulonprogo, Bupati Sleman, Bupati Bantul, dan Bupati Gunung Kidul.

“Kami perlu bersinergi bersama pemerintah daerah TK II maupun pemerintah kota dalam rangka percepatan pembangunan jaringan gas bumi (jargas). Sinergi tersebut meliputi penyelarasan program jargas dengan pengembangan fasilitas dan infrastruktur daerah yang ada. Selain itu dukungan terkait kebijakan dan fasilitas pendukung infrastruktur jargas untuk menyukseskan program bauran energi daerah dan nasional. Target pemerintah, 4 (empat) juta sambungan jargas rumah tangga pada tahun 2024-2025 harus tercapai,” jelas Direktur Utama PGN M. Haryo Yunianto, (15/2).

Sinergi lain dengan pemerintah daerah juga diperlukan agar dapat mensosialasikan pemanfaatan gas bumi kepada masyarakat setempat agar lebih familier dengan gas bumi.

Pemanfaatan gas bumi memiliki keunggulan lebih praktis, lebih aman, lebih ramah lingkungan, dan ketersediannya lebih terjamin.

“Kami tidak bisa berjalan sendiri dalam kesuksesan program jargas ini. Kami membutuhkan sinergi termasuk dengan BUMN, BUMD atau Perusda dalam pengoperasian dan pemeliharaan jargas,” imbuh Haryo.

Pembangunan satu juta rumah tangga per tahun berpotensi menyerap 83 ribu tenaga kerja, mengurangi impor LPG 144 juta kg per tahun, pemanfaatan TKDN hingga 70%, dan mendukung pertumbuhan ekonomi.

Jawa Tengah Bagian Selatan belum dilalui oleh jalur pipa distribusi gas bumi.

Meskipun begitu, potensi pemanfaatannya cukup baik dimana wilayah Selatan Jawa juga terdapat beberapa potensi sumber gas yang apabila dimanfaatkan optimal dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan multiplier effectnya bagia wilayah.

Oleh karena itu, PGN memerlukan skema transportasi logistik untuk membawa sumber gas yang akan diutilisasi untuk masyarakat setempat salah satunya dengan menggunakan kereta api.

“Untuk skema pembangunan infrastruktur jargas akan dikombinasikan baik secara pipeline dan beyond pipeline menggunakan Liquified Natural Gas (LNG) maupun Compressed Natural Gas (CNG) sehingga mempermudah transportasi dan rantai suplai gas bumi. Kami bekerjasama dengan KAI untuk membawa kargo LNG dengan kereta api,” jelas Haryo.

Pembangunan jargas rumah tangga juga berpotensi menyerap mitra dan tenaga kerja lokal. Benefitnya yaitu perputaran ekonomi bisa berjalan dan dapat membantu meningkatkan pendapatan asli daerah.

Pengembangan jargas rumah tangga di daerah diharapkan bisa menciptakan beberapa value creation untuk wilayah sekitarnya dan menjadi daya tarik bagi investor untuk membangun kawasan industri.

Saat ini, Subholding Gas Group mengelola 654.976 Sambungan Rumah Tangga yang tersebar di 67 Kota/ Kabupaten di 17 Provinsi.

Total penyaluran gasnya mencapai 9 BBTUD, dengan pemakaian gas rata-rata per bulan nasional sebesar 14 M³. (rls)

Leave a Reply