Senin, 24 Juni 2024
Djogja Info

Timbulkan Keberanian Siswa Dengan Ikut Olimpiade

Para guru kampus mengajar dengan siswa. (UNY)
Para guru kampus mengajar dengan siswa. (UNY)
Para guru kampus mengajar dengan siswa. (UNY)
Para guru kampus mengajar dengan siswa. (UNY)

Djogjainfo – Kampus Mengajar merupakan program Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi dengan menerjunkan mahasiswa-mahasiswi terpilih dari seluruh Indonesia untuk menjadi shadow teacher yang membantu guru dalam proses kegiatan belajar mengajar.

Melalui program ini diharapkan terjadi peningkatan efektivitas proses pembelajaran di sekolah termasuk dalam kondisi darurat pandemi Covid-19.

Baca juga: Membanggakan! 3 Perguruan Tinggi Muhammadiyah Duduki 23 Universitas Terbaik Asia

Pembelajaran utamanya diprioritaskan pada sekolah dasar di daerah terdepan, terluar dan tertinggal yang terakreditasi C.

Salah satu tugas dan peran mahasiswa dalam program Kampus Mengajar yaitu aktualisasi diri sesuai minat, potensi dan bidang ilmu dalam mengembangkan pendidikan dan pembelajaran di sekolah.

Minat adalah kekuatan pendukung yang mengakibatkan seseorang memberikan perhatian pada individu ataupun pada kegiatan-kegiatan khusus.

Minat dan bakat peserta didik digali oleh Tim Kampus Mengajar Angkatan 3 yang ditempatkan di SDN Kertasinduyasa 02 Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Mereka adalah Tanti Rahayu dari Universitas Negeri Yogyakarta, Islahyati dari Universitas Islam Sultan Agung Semarang dan Titi Setiyana dari Universitas Wijaya Kusuma Purwokerto.

Salah satu kegiatan yang ditangani tim kampus mengajar adalah Lomba Olimpiade dan Virtual Keagamaan MTs Modern Al Azhary Ajibarang 2022.

SDN Kertasinduyasa 2 mengurimkan 5 peserta siswa kelas 5 yaitu Marsha mewakili Lomba MTQ, Nizaar mewakili Lomba Adzan, Hasna mewakili Lomba Pidato, Thalita mewakili Lomba Olimpiade IPA dan Bagas mewakili Olimpiade Matematika.

Menurut Tanti Rahayu mengenali minat dan bakat peserta didik bisa dengan mudah dilakukan dengan berbincang santai tentang apa hal yang mereka sukai atau apa hal yang mereka ingin pelajari.

“Kemudian kita eksekusi dengan mencari ladang perlombaan yang menampung keinginan mereka” katanya.

Informasi perlombaan bisa didapatkan dengan memanfaatkan sosial media. Tanti melatih mereka beberapa minggu sebelum perlombaan setelah pulang sekolah, dan juga latihan mandiri dengan melihat video-video contoh lomba adzan, pidato, mtq dan latihan soal-soal Olimpiade Sains Nasional serta silabus yang diberikan.

Tanti Rahayu mengatakan meskipun belum bisa meraih juara, setidaknya dengan mengikutsertakan peserta didik dalam ajang perlombaan dapat menjadi media penyalur minat dan bakat mereka.

Baca juga: Mahasiswa UNY Rancang Aplikasi Bantu Anak Disgrafia Dapat Menulis

Hal tersebut sangat penting dalam dunia pendidikan. Melalui suatu ajang perlombaan, peserta didik tidak hanya mengenal belajar di kelas.

Namun juga dikenalkan dengan usaha, kerja keras, persaingan dan hal lainnya yang tidak mungkin didapatkan dengan duduk diam mendengarkan guru menyampaikan materi pelajaran. (rls)

Leave a Reply