Rabu, 22 Mei 2024
Djogja Info

VMARS Kulonprogo Dipresentasikan di Tiga Negara

Venzha Christ, Erix Soekamti, dan Grayce Soba berkolaborasi dalam pembangunan dan realisasi VMARS (v.u.f.o.c Mars Analog Research Station). (Istimewa - Angga Lesmana)
Venzha Christ, Erix Soekamti, dan Grayce Soba berkolaborasi dalam pembangunan dan realisasi VMARS (v.u.f.o.c Mars Analog Research Station). (Istimewa - Angga Lesmana)
Venzha Christ, Erix Soekamti, dan Grayce Soba berkolaborasi dalam pembangunan dan realisasi VMARS (v.u.f.o.c Mars Analog Research Station). (Istimewa - Angga Lesmana)
Venzha Christ, Erix Soekamti, dan Grayce Soba berkolaborasi dalam pembangunan dan realisasi VMARS (v.u.f.o.c Mars Analog Research Station). (Istimewa – Angga Lesmana)

Djogjainfo – Inisiator proyek pembangunan simulasi pusat pelatihan kehidupan di Mars yang dinamakan v.u.f.o.c Mars Analog Research Station (VMARS), Venzha Christ menyatakan tahun ini presentasi akan dilakukan di tiga negara.

“Sebelumnya presentasi sudah dilakukan di Yokohama Triennale, Jepang (2020) dan Bangkok Art Biennale, Thailand (2021). Tahun ini VMASRS dipresentasikan di UNESCO Media Arts Creative City Platform (Korea), Taiwan, dan Perancis,” kata Venzha, Kamis (11/1.2022).

VMARS merupakan sebuah proyek pembangunan simulasi pusat pelatihan kehidupan di Mars yang akan dibangun di Kulonprogo atas gagasan pengiat Space Art Yogyakarta Venzha Christ. Venzha adalah orang Indonesia pertama yang terpilih mengikuti pelatihan di simulasi Mars Desert Research Station (MDRS) yang diadakan Mars Society di Amerika tahun 2018.

Dia juga terpilih mengikuti Simulation of Human Isolation Research for Antarctica-based Space Engineering (SHIRASE) oleh Field Assistant di Jepang pada 2019.

Venzha mengatakan kesempatan mempresentasikan proyek ini ke tiga negara menjadi peluang kelanjutan peningkatan value dan networking dalam bidang Space Science dan Space Exploration.

Proyek VMARS dihadirkan sebagai platform terbuka bagi siapa saja yang tertarik dengan sains dan eksplorasi ruang angkasa. Ini bakal menjadi wadah bertemu dan saling berbagi informasi dari berbagai bidang keilmuan dan latar belakang.

Wahana ini juga sebagai upaya mempertemukan berbagai lintas disiplin ilmu astronomi seperti riset radio astronomi, mengenal radiasi benda langit, kreasi alternatif space food, inovasi teknologi space farming, serta penelitian extra-terrestrial life.

Lewat pengalamannya, dua kali ikut simulasi, Venzha mengatakan lewat wahana ini dirinya hendak memaparkan tentang usaha dan kemungkinan menjadikan Mars sebagai Bumi kedua.

“Tempat pembangunan peradaban baru dengan kendala yang ekstrem. Rencananya proyek dibangun dan beroperasi 2021. Namun pandemi membuat pembangunan proyek ditunda sampai masa pandemi mereda atau kondusif,” katanya.

Tahun ini pula, Venzha berkolaborasi dengan Erix Soekamti penggagas dan pendiri Does University, menyediakan berbagai sarana dan fasilitas untuk banyak anak-anak muda yang belajar di VMARS. Sedangkan Grayce Soba pemilik Soba Studio, akan berkolaborasi dengan banyak musisi lintas disiplin.

Ketiganya akan menghadirkan prototipe VMARS tahap pertama yang fokus tiga hal pokok yaitu penelitian “Terraforming” dengan nama V-TF, pengenalan tentang “Space Farming” dengan nama V-SFM, dan menciptakan kreasi alternatif “Space Food” dengan nama V-SF. (Kuh)

Leave a Reply